Beginikah?
Adakah yang lebih menarik dari penghianatan yang terus berulang?
Adakah yang lebih memuakkan saat melepas tak mau, tapi menginginkan yang lain pula?
Adakah yang bisa ku maki selain wajah mengenaskan yang kini tertunduk?
Ada banyak opsi untuk meninggalkanmu
Ada banyak alasan yang membuatku malu berpaling menatapmu.
Kau genggam aku dengan tangan kananmu
Meremasnya hingga tak berbentuk
Tapi disisi lain, kaupun genggam dia yang lain
Miris, seperti itukah caramu menjalankan janji busukmu?
Beginikah yang aku dapat setelah sekian lama?
Ada banyak hati yang kau remas
Termasuk pula ibuku..
Kau anggap apa dia yang melahirkanku?
Kau anggap apa lelaki paruh baya yang mulai mempercayakan melepas tanggungannya?
Tidakkah ada sekelumit sesal yang kau rasakan?
Tidakkah ada sedikit malu saat kau menggores hati putri mereka?
Lalu dimana omong besarmu itu?
Lupakah kau terhadap apa yang kau ucap?
Lupakah kau tentang amanat yang kau tanggung?
Nyata nyatanya omong besarmu hanya sekedar angin lalu.
Tak pernah ada wujudnya.
Memberi kesegaranpun rasanya pengap ku rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar